Pages

Thursday, January 31, 2019

Destinasi Wisata Banyuwangi Disiapkan Jadi Wisata Kelas Dunia

loading...

KOTA Banyuwangi terus mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi wisata favorit wisatawan Nusantara dan mancanegara, salah satunya dengan menggelar beberapa festival dan menampilkan budaya kelas dunia. Tahun 2012 Banyuwangi memiliki 12 event. Pada 2018 lalu melonjak 75 event, dan tahun ini menjadi 99 event. Semua event tersebut melibatkan seluruh potensi masyarakat Banyuwangi.

Banyuwangi memiliki daya tarik wisata alam kelas dunia, antara lain Kawah Ijen yang populer dengan blue fire, Taman Nasional Baluran, dan Pantai G-Land yang banyak diminati wisatawan mancanegara (wisman). Posisi geografis Banyuwangi yang dekat dengan Bali, menjadikan pariwisata Banyuwangi cepat menuju go international.

Sementara, jumlah kunjungan wisman ke Banyuwangi pada tahun 2017 sebanyak 98.970 orang, sedangkan wisatawan Nusantara (wisnus) sebanyak 4,83 juta. Tahun 2018 kunjungan wisman diproyeksikan sebanyak 100.000 wisman, dan wisnus sekitar 5 juta. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, tiga strategi telah dilakukan pemerintah bersama stakeholder pariwisata untuk mempercepat destinasi Banyuwangi “go international”.

Baca Juga:

Pertama adalah memperkuat atraksi budaya. Banyuwangi memiliki atraksi budaya berkelas dunia, antara lain Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen yang masuk dalam 100 Events Wonderful Indonesia. Kedua, menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara internasional.

“Sejak 19 Desember 2018, Bandara Banyuwangi telah ditetapkan sebagai bandara internasional dan akan terus dievaluasi hingga Maret 2019. Untuk itu, seat capacity penerbangan ke sana harus ditingkatkan agar di atas 60%. Lalu Banyuwangi harus menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dengan menjadi UGG, promosi Banyuwangi akan mendunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief juga menuturkan bahwa penetapan Banyuwangi menjadi UGG diperkirakan sekitar tahun 2021. Itu karena tahun lalu Banyuwangi baru saja dikunjungi Sekjen UNESCO Global Geopark, Guy Martini, untuk penilaian geopark di sana.

“Kita bisa belajar dari China yang mampu memanfaatkan geopark miliknya untuk menggaet sebanyak 21 juta pengunjung,” ucap Arief Yahya. Tiga destinasi di Banyuwangi, Taman Nasional Alas Purwo, Gunung Ijen, dan Pantai Pulau Merah telah ditetapkan sebagai kawasan geopark nasional dan telah diusulkan menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).

Bupati Abdullah Azwar Anas menambahkan, pada tahun ini Banyuwangi menyiapkan 99 event unggulan yang dikemas sebagai “Majestic Banyuwangi Festival 2019”.

“Majestic Banyuwangi Festival 2019 ini ibarat rangkuman bagi segenap potensi yang ada di Kabupaten Banyuwangi mulai dari seni budaya, kekayaan alam, dan kreativitas masyarakat, sekaligus mengukuhkan Banyuwangi sebagai kota festival yang terkenal di Indonesia karena keberhasilannya dalam menyelenggarakan Banyuwangi Ethno Carnival,” kata Azwar.

Menurutnya, peluncuran Majestic Banyuwangi Festival 2019 memberi semangat kepada masyarakat Banyuwangi untuk melakukan perubahan, antara lain lebih ramah, bersih, dan sejahtera. Arief Yahya juga mengapresiasi Majestic Banyuwangi Festival 2019 yang menampilkan 99 event, di antaranya event digital dan milenial.

“Ada 30% sebagai event digital dan milenial di antaranya Festival Juragan Pintar. Teknologinya bisa digunakan sebagai alat promosi pariwisata di Indonesia berbasis digital,” sebut Arief Yahya.

(don)

Let's block ads! (Why?)

from SINDOnews | Lifestyle, Musik, Film, Kesehatan, dan Travel kalo berita kurang lengkap atau terpotong buka link disamping http://bit.ly/2RYT2iM

No comments:

Post a Comment