:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape.png,-0,0,0)/kly-media-production/medias/2335635/original/047233700_1534758678-20180820VYT_Angkat_Besi_Indonesia_Sri_Wahyuni_06.JPG)
Liputan6.com, Jakarta Plester warna-warni yang sering terlihat ditempelkan di tubuh atlet bukanlah sebagai pelengkap penampilan untuk bergaya, melainkan punya manfaat besar. Kinesio tape (KT), begitu istilah plester tersebut disebut, untuk pengobatan fisioterapi bagi atlet yang cedera.
Dokter olahraga, Hario Tilarso memaparkan, dalam perawatan lebih lanjut untuk atlet cedera, kinesio tape dapat diberikan.
"Ini termasuk cara baru pengobatan untuk atlet. Sudah lama ditemukan soal plester itu. Jadi, plester itu ditempelkan di bawah kulit untuk melancarkan kelenjar getah bening. Aliran pembuluh darah akan lancar, yang akan membuat kontraksi otot juga bergerak lancar," kata Hario saat berbincang dengan Health Liputan6.com melalui sambungan telepon, Selasa (21/8/2018).
Dari penelitian berjudul, Effects of Kinesio, taping on skeletal muscle strength, yang dipublikasikan di Journal of Science and Medicine in Sport pada 2015, kinesio tape diciptakan Kenzo Kase pada tahun 1970-an. Plester tersebut berbahan kapas elastis dengan perekat akrilik sehingga nyaman digunakan ketika tubuh bergerak.
Sejak saat itu, kinesio tape makin berkembang dengan manfaat untuk meningkatkan aliran darah dan membantu kinerja otot. Plester ini juga menghindari atlet alami cedera lebih parah.
* Update Terkini Asian Games 2018. Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.
Simak video menarik berikut ini:
Salah satu atlet tinju Indonesia, Valentinus Nahak, harus melawan penyakit kanker yang dideritanya sekarang ini.
No comments:
Post a Comment