Pages

Monday, August 13, 2018

Australia Masih Jadi Lokasi Investasi Favorit Warga Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Australia masih menjadi salah satu lokasi favorit investor asal Indonesia. Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mencatat total investasi Indonesia ke Australia mencapai lebih dari AUD 1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun pada 2017.

Iklim bisnis dan investasi Indonesia dan Australia pun terus ditingkatkan lewat negosiasi perdagangan bebas Kemitraan Komprehensif Ekonomi Indonesia – Australia (IA-CEPA).

Pamor bisnis dan investasi ke Australia memang masih terus memikat investor dunia, salah satunya Indonesia. Laporan World Investment Report 2018 dari United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) masih menempatkan Australia sebagai Top 10 destinasi untuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).

“Australia masih menjadi salah satu destinasi favorit bagi investor Indonesia. Investasi properti di Australia masih terus dicari. Salah satu sebabnya karena masyarakat Indonesia terpikat dengan kualitas hidup di Australia, apalagi jaraknya tidak jauh dari tanah air dan didukung akses penerbangan langsung," ujar Co-Founder sekaligus General Manager Westindo Group, Yudy Kodratjaya, Senin (13/8/2018).

Dia menuturkan, investor Indonesia rata-rata berinvestasi sekaligus sebagai persiapan mendapatkan permanent resident dan mewujudkan mimpi buah hati menempuh pendidikan di Australia. Apalagi, iklim investasi properti di Australia sudah semakin menguat pada pertengahan 2018 ini, setelah sempat menurun pada akhir 2017.

Deloitte Insights misalnya mencatat ekonomi Australia akan tetap stabil dan diperkirakan mampu memenuhi target 29 tahun tanpa resesi pada 2020 mendatang. ”Negara Kangguru ini memang punya daya pikat yang kuat. UN Human Development Report misalnya senantiasa menempatkan Australia dalam indeks negara terbaik untuk ditinggali. Negara yang punya nama beken Oz ini juga menjadi rumah dari 5 universitas Top 50 dunia," kata dia.

Selain itu, Australia juga menawarkan kemudahan kepada investor lewat visa subclass 188 business innovation and investment (provisional), yakni visa sementara yang berlaku selama 4 tahun untuk 1 keluarga, yang juga sekaligus langsung memenuhi persyaratan untuk mengajukan aplikasi permanent resident.

Tidak heran, Global Wealth Migration Review dari New World Wealth menempatkan Australia sebagai negara pilihan tinggal orang-orang kaya (High-net-worth individual/HNWI) di dunia. Setidaknya sepuluh ribu orang dengan aset lebih dari US$1 juta pindah ke Australia pada 2017 lalu.

Westindo Group, merupakan grup perusahaan yang melayani konsultasi pajak, akuntansi, pembukuan, perencanaan keuangan dan migrasi yang berkantor pusat di Rivervale, Australia Barat.

“Kami mengajak masyarakat Jakarta yang ingin memiliki lebih banyak informasi terkait kemudahan berinvestasi di Australia Barat untuk hadir di seminar “Migrate to Australia through Business & Investment Opportunities: Pathways for Permanent Resident,” jelas Yudy, yang juga aktif sebagai Vice President Asosiasi Chung Wah di Australia Barat.

Westindo Group rencananya akan menggelar seminar “Migrate to Australia through Business & Investment Opportunities: Pathways for Permanent Resident,” pada Rabu, 15 Agustus 2018 mulai pukul 14.00 - 19.00 dan 19.30 - 22.00 Kemudian pada Kamis, 16 Agustus 2018 mulai pukul 10.00 - 14.00, bertempat di Menteng Room, Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro.

Dia mengatakan, harapannya dengan ini masyarakat bisa semakin berhati-hati dalam memilih investasi yang aman dan sesuai, serta lebih memahami regulasi serta iklim bisnis dan investasi di Australia, khususnya untuk negara bagian Australia Barat.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com kalo berita nya kurang lengkap buka aja link yang ada disamping https://ift.tt/2MDSc41

No comments:

Post a Comment